Pasca Terror Bom, Safety Check Facebook Tak Aktif Saat Bom Jakarta.. Dipertanyakan

Jakarta - Indonesia adalah salah satu pasar terbesar Facebook, tahun 2014 saja ada sekitar 70 juta usernya di negara ini. Mark Zuckerberg, sang pendiri dan CEO Facebook, bahkan belum lama pernah berkunjung ke Indonesia. Tapi saat Jakarta kemarin diterpa teror, Facebook tampak kalem.

Pendiri Facebook
Pendiri Facebook
 Di halaman Facebook resminya, Zuckerberg sama sekali tidak berkomentar soal bom Jakarta. Padahal saat Prancis dan Nigeria kena serangan teror November lalu, Zuck langsung menulis ucapan belasungkawa di wall-nya.

"Saya turut berduka dengan setiap orang-orang di Paris malam ini. Kekerasan seperti ini tidak mendapat tempat di kota manapun di seluruh dunia," tulis Zuck beberapa saat setelah serangan teror masif menghantam jantung kota Paris.

Begitu juga saat bom di Nigeria, Zuckerberg menuliskan pesan agar serangan teroris tidak membuat warga pesimistis. Ia juga yang mengumumkan bahwa fitur Safety Check langsung tersedia di Nigeria setelah sebelumnya di Paris.

"Kami mengaktifkan Safety Check lagi setelah bom Nigeria petang ini. Setelah serangan Paris minggu lalu, kami membuat keputusan untuk memanfaatkan Safety Check untuk insiden tragis seperti ini di masa depan," tulisnya kala itu.

Tapi selain Zuckerberg tidak berkomentar apapun soal bom Jakarta, fitur Safety Check pun tidak mereka aktifkan. Hal itu menimbulkan pertanyaan ataukah memang, Facebook menganggap serangan teror kemarin tidak terlalu signifikan.

Di pihak lain, pendiri media sosial Path Dave Morin, yang juga pernah datang ke Jakarta, mengucapkan belasungkawa via Twitter. "My thoughts and prayers are with the people of Jakarta," tulisnya.

Dalam peristiwa genting terutama serangan teroris, Facebook belakangan hampir selalu mengaktifkan fitur Safety Check. Tapi saat bom meledak di Jakarta kemarin dan menimbulkan kepanikan, jejaring sosial terbesar dunia ini malah tidak mengaktifkan Safety Check.

Dengan Safety Check, pengguna Facebook bisa mengabarkan dengan mudah kalau mereka selamat pada para teman temannya. Pertama kali fitur ini diaktifkan saat peristiwa terorisme di Prancis November lalu. Kemudian juga diaktifkan di Nigeria ketika terjadi ledakan bom pada bulan yang sama.

Beberapa media pun mempertanyakan mengapa Facebook tidak sigap saat bom Sarinah kemarin, padahal seperti diketahui Indonesia merupakan salah satu negara dengan pengguna Facebook terbesar di dunia. Tahun 2014, Facebook pernah menyatakan bahwa ada sekitar 70 juta anggotanya di negara ini.

Hal berbeda dilakukan Twitter yang langsung mengaktifkan tagar #SafetyCheckJKT. "Tweeps di Jkt, segera cek/informasikan keberadaan kalian kpd keluarga & kerabat dgn menggunakan tagar #SafetyCheckJKT #PrayForJakarta," tulis mereka.

Pihak Facebook sebenarnya pernah berjanji kalau Safety Check akan selalu diaktifkan jika ada peristiwa genting terjadi. Memang fitur ini cukup membantu untuk langsung mengabarkan pada orang tersayang kalau pengguna Facebook baik baik saja.

"Kami ingin tool ini tersedia kapanpun dan dimanapun bisa membantu. Kami akan belajar banyak umpan balik dari peluncuran ini dan kami akan terus mengeksplorasi bagaimana kami bisa membantu orang untuk menunjukkan dukungan pada sesuatu yang mereka pedulikan melalui profil Facebook," kata Alex Szhultz, Vice President of Growth Facebook setelah fitur Safety Check pertama kali diluncurkan di Prancis.

Safety Check sebenarnya dulu ditujukan untuk membantu user Facebook saat peristiwa bencana alam terjadi, tapi kemudian juga untuk peristiwa terorisme yang belakangan merebak. Tapi entah mengapa untuk kejadian bom di Jakarta, Facebook tidak mengaktikan fitur ini.

Sumber Artikel disini dan disini

Comments

Popular Posts